Kedai Raaya: Seller Buku Bekas Berkualitas Terpercaya di Jakarta

0
119
266-kedai-raaya-seller-buku-bekas-berkualitas-terpercaya-di-jakarta

Didorong keinginan untuk berbagi ilmu pengetahuan dan kecintaan pada buku, Ayu Wulandari memulai usaha penjualan buku. Minimnya modal, tak menyurutkan semangat ibu dari satu anak ini untuk berdagang. Berbekal tekad kuat, Ayu begitu dia akrab dipanggil, memulai usahanya membuka toko online Kedai Raaya di tahun 2015. Dipilihlah marketplace Tokopedia sebagai tempat mewujudkan mimpinya: menjadi seller buku terpercaya dan seller online terbaik  di Jakarta.

“Saat itu, Tokopedia belum sepopuler sekarang. Dan saya melihat peluang ada di sini. Tak perlu butuh modal besar tapi memang harus sering-sering upload produk agar toko kita muncul di halaman depan,”tutur Ayu mengawali kisah perjalanan usaha di Tokopedia.

Kedai Raaya menurut Ayu banyak menjual buku-buku baru dan bekas berkualitas. Mulai dari buku pelajaran, buku panduan wirausaha, hingga buku-buku sastra. Saat awal berdiri, Kedai Raaya hanya bermodal buku-buku bekas koleksi pribadi dan satu unit smartphone untuk memotret plus mengunggahnya ke Tokopedia. Pokoknya betul-betul modal nekad.Berani memulai dan mencoba.

Ayu mengakui, Kedai Raaya terdongkrak viewer dan wishlistnya,karena banyak koleksi buku-buku sastra berkualitas dan tentunya original. Sebut saja bermacam karya Seno Gumira Ajidarma mulai dari Linguae,Atas Nama Malam, Dunia Sukab hingga Affair. Di tahun 2015, buku-buku ini tergolong sulit dijumpai di rak-rak toko buku. “Memang ada di lapak-lapak buku bekas seperti di kawasan Blok M. Tapi saya perhatikan banyak yang bajakan dan kalau pun asli harganya selangit”.

Sementara karya sastra luar negeri yang banyak diwishlist konsumen yaitu God Father karya Mario Puzo, Carrie besutan Stephen King,sejumlah karya Agatha Christie,  hingga karya-karya legendaris Enid Blyton. Selain buku sastra, Kedai Raaya juga banyak menjual buku panduan fotografi, panduan wisata ke luar negeri, hingga buku-buku manajemen karya Rhenald Kasali.

Tidak semuanya buku bekas, ada yang masih baru dan bersegel plastik. Buku-buku ini diperoleh Ayu saat hunting ke pameran buku, blusukan ke tukang loak, hingga keluar masuk lapak buku bekas di beberapa kota yang dikunjungi.

Soal harga, Kedai Raaya menurut Ayu menerapkan harga wajar. Buku dihargai sesuai kualitasnya, kondisi fisiknya, dan kadang harga yang tercantum di lapak onlinenya masih bisa ditawar calon pembeli.”Yang pasti untuk buku berkualitas saya nggak akan jual terlalu murah. Saya jual harga tengah.Karena sedih juga melihat karya bagus, dilego hanya seharga fotokopian,”imbuhnya.

Agar bisa bersaing dengan toko buku online lain, Kedai Raaya berbagi tips. Misalnya selalu mengupdate koleksi di etalasenya, memberikan respons cepat dan melakukan pengiriman segera setelah orderan konsumen diverifikasi Tokopedia, dan harus selalu jujur. “Katakan bekas jika buku itu memang bekas. Deskripsikan kondisinya, tak perlu detil tapi cukup menjelaskan seperti apa buku tersebut. Misal: ada bagian sudut halaman yang sobek, kertas mulai menguning, segel sobek,”kata mantan wartawan yang punya cita-cita mendirikan kafe berkonsep perpustakaan dan kedai buku ini.

Setelah tiga tahun berjualan di Tokopedia, Kedai Raaya sudah menjual lebih dari 200-an buku. Kini merchant ini memiliki reputasi Silver Satu. Beberapa komentar konsumennya juga banyak memberi bintang lima. Sebuah awal baik yang jadi pemotivasi menurut Ayu.

Saat ini tulisan ini dibuat, ada beberapa buku bagus di etalase Kedai Raaya. Salah satunya buku kumpulan esai karya PK Ojong, pendiri Kompas Gramedia berjudul Kompasiana. Buku setebal 813 halaman ini berisi esai-esai Ojong tentang berbagai masalah sehari-hari, di tahun 1966 hingga 1971.

“Ini buku tua, cetakan pertama tahun 1981. Tebal tapi nggak membosankan. Khas PK Ojong, lugas, mengalir dan bernas. Buku ini bisa jadi pembanding kondisi pers Indonesia saat ini, juga sosial politik kekinian,” Ayu mengulas singkat Kompasiana.

Selain Kompasiana, ada pula buku lawas karya Ahmad Tohari: Mata yang Enak Dipandang. Juga buku bekas tapi masih layak koleksi. Buku bersampul kuning ini merupakan kumpulan cerita pendek Tohari. Ada lima belas cerpen di buku terbitan Gramedia Pustaka Utama tahun 2015 itu. Semua berkisah tentang sosok orang-orang kecil, khas imajinasi Tohari. Penasaran? Segeralah berkunjung ke Kedai Raaya di Tokopedia. Buruan karena stok buku-buku seperti ini sangat terbatas. (*). (Pena/EM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here