Nostalgia Momen Masa Lalu di Semarang

0
33

Semarang kota penuh kenangan. Nostalgia momen manis di masa lalu bisa traveler lakukan di kawasan Kota Tua Semarang.

Ir. Soekarno pernah berkata ‘Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah’. Sejarah bisa kita jadikan pijakan untuk menghadapi masa depan.

Salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk belajar sejarah adalah dengan mengunjungi bangunan peninggalan masa lalu. Salah satunya adalah kota lama di semarang.

Sebenarnya saya tidak sengaja mengunjungi Kota Lama dan Gereja Blendug. Karena ada suatu keperluan di Semarang, maka saya mencari hotel murah di tengah kota. Dari berbagai situs penyedia layanan hotel akhirnya aku menemukan info paling lengkap di situs tiket.com.

Tampilannya user friendly, sangat mudah digunakan, informasinya lengkap dan yang terpenting tidak ada biaya tersembunyi. Harga yang saya bayar adalah harga yang tercantum di situs tiket.com. Tidak ada biaya tambahan apapun.

Kota lama Semarang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada abad ke 19. Berfungsi sebagai benteng pertahanan dan juga pusat perdagangan. Kota peninggalan masa lalu ini menempati lahan seluas 31 hektar dengan 2 jalan utama dan 1 jembatan sebagai sarana transportasi utama.

Ikon utama dari kota lama Semarang adalah Gereja Blendug. Dibangun pada tahun 1753 dengan nama resmi Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Jemaat Immanuel Semarang. Disebut Gereja Blendug karena memiliki 2 kubah besar di atapnya. Kubah ini bentuknya membulat seperti kubah masjid.

Dalam bahasa Jawa Blendug (dibaca mbledug) artinya bulat besar. Gereja ini tampak mencolok di antara bangunan kuno lainnya. Tempatnya yang persis di pinggir jalan raya juga membuatnya mudah ditemukan.

Bangunan-bangunan kuno di sekitar Gereja Blendug masih berdiri dengan kokoh. Ada yang terawat dan ada juga yang tidak terawat dengan baik. Biasanya bangunan yang terawat adalah bangunan yang sudah beralih fungsi menjadi kantor perusahaan.

Ciri khas bangunan-bangunan di sini adalah bergaya eropa dengan pintu dan jendela yang sangat besar. Ditambah dengan teralis besi yang kuat sebagai pelindungnya. Sebagian besar bangunan memiliki 2 lantai dan ada beberapa bangunan yang memiliki ketinggian tiga lantai.

Tidak jauh dari Gereja Blendug terdapat beberapa lokasi wisata pendukung. Antara lain Taman Srigunting, Taman Garuda, Museum 3d Trick Art Museum dan Semarang Creatif Galeri.

Lokasinya tepat di belakang Gereja Blendug dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Jika lelah berjalan dan ingin mengelili kota lama dengan sepeda. Bisa menyewanya di lokasi yang tidak jauh dari Gereja Blendug.

Kebetulan hostel tempatku menginap tidak jauh dari Kota Lama. Sehingga aku bisa mengisi waktu luang dore hari dengan berjalan kaki mengelilingi Kota Lama. Aku berangkat pukul 15.30 dan sudah tiba kembali pukul 17.30. Hanya dalam waktu 2 jam aku sudah mendapatkan kenangan yang mengesankan.

Oh ya tidak jauh dari Kota Lama terdapat Polder Tawang. Lokasinya persis di depan Stasiun Tawang. Polder ini semacam danau buatan yang digunakan untuk penampungan air dan tempat wisata pada zaman kolonial.

Bahkan sampai sekarangpun masih banyak warga yang sekedar duduk-duduk melepas lelah di sekitar polder tawang. Jika kamu kebetulan ke Semarang, jangan lupa mampir ya.

Sumber : Detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here